Selasa, 02 Oktober 2018

Bab 5

BAB 5 ANALISIS TOPIK PROYEK
1. Menentukan Topik
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik (Rohman, 2011)
Dari manapun sumber topik diperoleh keputusan dan penentuan terakhir terletak pada
mahasiswa sendiri. Oleh karena itu, sebelum topic ditentukan, dia harus terlebih dahulu
menanyakan beberapa hal kepada dirinya sendiri, sebagai berikut:
1. Apakah topic tersebut dapat dijangkau, dikuasi (manageable topic)?
2. Apakah bahasa-bahasa/data-data tersedia secukupnya (obtainable data)?
3. Apakah topic tersebut penting untuk diteliti (significance of topic)?
4. Apakah topic tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikajikan (interested
topic)?
(Wirartha, 2013)
2. Manageable of Topic (Topik dapat dikelola) (Nagawa, 2012)
1. Kemampuan menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah
2. Kecukupan Biaya
3. Tersedianya Waktu
4. Kemungkinan adanya sponsor atau kerjasama dengan pihak lain
3. Obtainable Data (Data yang dibutuhkan dapat diperoleh) (PRODI, 2012)
1. Apakah sumber-sumber data (kepustakaan, dll) cukup tersedia
2. Apakah Teknik-teknik pengumpulan data cukup dikuasai
3. Apakah ada faktor-faktor pribadi dan luar yang akan merintangi pengumpulan data
4. Apakah data tersebut tergantung pada waktu tertentu (misal: data tentang proses
pemilu 2004)
4. Significance of Topic (Topik yang sesuai)
1. Sesuai dengan bidang ilmu/ cakupan ilmu peneliti
2. Topik penting untuk diteliti (secara akademik)
5. Interested Topic (Menarik)
1. Apakah topik tersebut secara pribadi menarik minat dan semangat peneliti
2. Apakah topik tersebut dapat menimbulkan rasa ingin tahu (curiousity) secara ilmiah
3. Apakah menarik untuk dapat mengarahkan pada kebenaran ilmiah

Back..<<Bab 1,Bab 2,Bab 3,Bab 4
Balik Materi

Bab 4

BAB 4 PENDELEGASIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
1. URAIAN TUGAS
a) Project Manajer
Menentukan apakah sebuah proyek dapat dikerjakan atau tidak dan mengatur anggota tim
lainnya sesuai dengan jalannya proyek.
b) Pimpinan Proyek (Project Leader)
Pekerjaan Pimpinan Proyek bersifat teknis dan harus mengingat detail dari keseluruhan
proyek
c) Programmer
Membuat program sesuai dengan kebutuhan proyek. (Bilgis, 2016)
d) Programmer Ahli (Senior Programmer)
Membantu para programmer dalam membuat program untuk suatu proyek.
e) Programmer Pemula (Junior Programmer) Bekerja sama dalam dengan tim programmer dalam pembuatan sistem yang dibutuhkan
proyek. (Nugroho, Jelaskan tugas masing-masing anggota tim proyek, 2015) (KONSEP
MANAJEMEN PROYEK, 2016)
2. DASAR PENDELEGASIAN
Pendelegasian itu sangat penting bagi hidup dan kerja setiap organisasi dengan alasan-alasan
mendasar berikut di bawah ini. (Tomatala)
1. Pemimpin hanya dapat bekerja bersama dan bekerja melalui orang lain, sesuatu yang hanya
dapat diwujudkannya melalui pendelegasian.
2. Melalui pendelegasian, pemimpin memberi tugas, wewenang, hak, tanggung jawab,
kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan demi pemastian tanggung jawab tugas
(agar setiap individu peserta suatu organisasi berfungsi secara normal). (PAMULA, 2014)
3. Dengan pendelegasian, pekerjaan keorganisasian dapat berjalan dengan baik tanpa kehadiran
pemimpin puncak atau atasan secara langsung.
4. Dalam pendelegasian, pemimpin memercayakan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab,
kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sekaligus "menuntut" adanya hasil kerja yang pasti
dari bawahan.
5. Dalam pendelegasian, pemimpin memberikan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab,
kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sepadan bagi pelaksanaan kerja sehingga bawahan
dengan sendirinya dituntut untuk bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan kerja. (Zain,
Pendelegasian Tugas Dan Tanggung jawab, 2016)


Back..<<Bab 1,Bab 2,Bab 3
Next..>>Bab 5 atau balik Materi

Bab 3

BAB 3 KEBUTUHAN PELANGGAN
1. PERMINTAAN PELANGGAN ATAS PROYEK
Secara garis besarnya terdapat tiga tingkatan harapan pelanggan terhadap kualitas pelayanan, yaitu
asumsi, spesifikasi, dan kesenangan.
a. Asumsi
Harapan pelanggan pada tingkat pertama berwujud asumsi. Misalnya, “Saya berharap toko
buku itu menyediakan buku-buku pelajaran SMK.”
b. Spesifikasi
Pada tingkat kedua harapan pelanggan berupa spesifikasi, yaitu kepuasan yang dicerminkan
oleh pemenuhan standar pelayanan. Misalnya, “Saya berharap dilayani dengan baik dan
penuh perhatian oleh pemilik toko buku itu.”
c. Kesenangan
Pada tingkat ketiga, harapan pelanggan berupa kesenangan. Misalnya, “Saya berharap toko
buku itu memberikan bonus.” (Jenis-jenis Kebutuhan Pelanggan, 2013)
2. PANGSA PASAR
Pangsa Pasar adalah strategi pemasaran yang melibatkan membagi target market yang luas ke
dalam himpunan bagian dari konsumen, bisnis, atau negara-negara yang memiliki, atau yang
dianggap memiliki, kebutuhan umum, kepentingan, dan prioritas, dan kemudian merancang dan
menerapkan strategi untuk menargetkan mereka. Strategi segmentasi pasar biasanya digunakan
untuk mengidentifikasi dan selanjutnya menentukan target pelanggan, dan memberikan data
pendukung untuk elemen rencana pemasaran seperti posisi untuk mencapai tujuan rencana
pemasaran tertentu. Bisnis dapat mengembangkan strategi diferensiasi produk, atau pendekatan
dibedakan, yang melibatkan produk tertentu atau lini produk tergantung pada permintaan spesifik
dan atribut dari target segmen. (Pengertian, Contoh Dan Teori Pangsa Pasar, 2015)
3. FAKTOR LINGKUNGAN EKSTERNAL
Dalam aspek pemasaran juga perlu mempelajari tentang faktor persaingan, baik mengenai usaha
yang telah ada maupun usaha yang mungkin didirikan pada masa yang akan datang, terutama yang
menyangkut luas usaha, teknologi yang digunakan, sumber modal, kebijakan yang digunakan,
peranannya dalam menguasai konsumen, serta kelemahan dan keunggulan para pesaing.
(Romadaniat, 2012)
Mungkin dengan adanya informasi tentang saingan, kita akan memutuskan tidak dapat bersaing
atau dengan adanya informasi saingan, ternyata usaha yang didirikan lebih unggul dibandingkan
dengan perusahaan saingam. Demikian pula mungkin dengan adanya informasi tentang saingan,usaha yang akan didirikan dapat disempurnakan dari kelemahan-kelemahan saingan. (Zain, 5 Cara
Mudah Memahami Kebutuhan Pelanggan, 2015)
Beikut merupakan cara mudah memahami kebutuhan pelanggan
1. Mengetahui karakter pelanggan
2. Membuat hipotesis
3. Segera eksekusi
4. Jangan hanya terpaku data
5. Melakukan pendekatan kepada pelanggan dengan sikap yang empat
6. Menghindari sikap mencari-cari alas an
7. Tidak memberikan interpretasi atau penafsiran yang keliru tentang pelangga
8. Berusaha dengan penuh perhatian untuk mendengarkan permintaan dan kebutuhan pelanggan
9. Mencatat semua kebutuhan pelanggan agar tidak lupa
10. Menanyakan kembali kebutuhan pelanggan jika lupa atau kurang jelas
11. Memberikan penjelasan dengan sejujur-jujurnya tentang kondisi kualitas dan harga barang
yang akan dibeli oleh pelanggan
(Maddy, 2009)

Back..<<Bab 1,Bab 2
Next..>>Bab 4,Bab 5 atau balik Materi

Bab 2

BAB 2 PENGEMBANGAN IDE PROYEK
1. Identifikasi dan formulasi proyek
Mengubah ide-ide anda ke hasil yang dapat diukur itulah kami lakukan untuk anda dan bersama
anda. Kami mengolah dan menenun ide anda untuk menjadi sebuah rencana proyek yang dapat
dikerjakan sesuai dengan strategi dan tujuan pembangunan anda. Kerjasama, koordinasi dan
komunikasi yang tepat antara GMBS dan anda adalah sangat penting untuk hal di atas ini. Sebuah
rencana proyek yang didefinisikan dengan baik, termasuk topik seperti latar belakang, dasar
pemikiran, metodologi, cara kerja, kerangka waktu, tonggak bersejarah dan anggaran. (Muzakki,
Pengembangan Proyek, 2015)
2. Bimbingan trayek kerjasama
Untuk beberapa kombinasi sektor-pasar, perusahaan secara bersama sangat penting untuk
eksposur dan pendekatan penetrasi pasar yang tepat. Terutama dengan pasar yang cukup besar dan
kompleks, mungkin juga bermanfaat untuk melibatkan pemerintah di samping gabungan
perusahaan. (Eny Tarbiyatun SR, 2001)
3. Pencarian dana/subsidi
GMBS menangani permohonan subsidi untuk proyek-proyek kerjasama dengan sifat inovatif
antara perusahaan Belanda dan perusahaan di Asia. Hal ini sebagian besar untuk studi kelayakan,
kegiatan promosi publik (pertanian dilihat, cocok pembuatan, seminar, dll), dan proyek-proyek
investasi (PSI). (Sribu.com, 2005)
4. Project Consultancy
Konsultasi agribisnis dalam proyek-proyek pembangunan atau pertanian. Proyek-proyek ini
sebagian besar didanai pemerintah atau dilaksanakan di bawah pinjaman atau sumbangan pembangunan dari instansi pembangunan mulilateral, seperti Asia Development Bank atau Bank
Dunia. (2013)

Back..<<Bab 1
Next..>>,Bab 3,Bab 4,Bab 5 atau balik Materi

Kerja Proyek TKJ

Bab 1

Bab 1

BAB 1 PEMBENTUKAN TIM KERJA
1. Alasan Membentuk TIM KERJA
Ada sejumlah alasan mengapa seseorang mau bergabung dalam kelompok, diantaranya :
a) Rasa aman.
b) Status dan harga diri.
c) Interaksi dan afiliasi.
d) Pencapaian tujuan.
e) Kekuasaan. (Raymour, 2014)
2. Tahap Pembentukan TIM KERJA
Pembentukan kelompok pada dasarnya merupakan suatu rangkaian proses yang dinamis, terdiri 
dari beberapa fase yaitu :
a. Forming (pembentukan)
Fase ini merupakan fase awal dimana keadaan ketidakpastian akan tujuan, struktur dan 
kepemimpinan kelompok harus dihadapi. Fase ini berakhir pada saat para anggota mulai 
berfikir bahwa diri mereka adalah bagian dari sebuah kelompok
b. Storming (merebut hati)
Fase ini dicirikan oleh adanya konflik intra kelompok. Anggota menerima keberatan 
kelompok tetapi menolak pengendalian kelompok oleh individu tertentu. Fase ini selesai 
manakala didapatkan hierarki kepemimpinan yang relatif jelas di dalam kelompok.
c. Norming (pengaturan norma)
Fase ini menggambarkan adanya perkembangan hubungan dan kelompok menunjukkan 
adanya kohesi (kepaduan). Fase ini berakhir dengan adanya struktur kelompok yang 
semakin solid dan terjadi perumusan ayang benar dan diterima atas berbagai harapan serta 
perilaku kelompok.
d. Performing (melaksanakan)
Fase ini memperlihatkan fungsi kelompok berjalan dengan baik dan diterima oleh anggota . 
Jadi di sini energi kelompok sudah bergerak dari tahap saling mengenal dan saling mengerti 
ke pelaksanaan tugas-tugas yang ada.
e. Anjourning (pengakhiran)
Fase ini merupakan fase terakhir yang ada pada kelompok yang bersifat temporer, yang di 
dalamnya tidak lagi berkenaan dengan pelaksanaan tugas-tugas tetapi dengan berakhirnya 
rangkaian kegiatan. (Muzakki, Pembentukan Tim Kerja, 2016)
3. Beberapa Masalah Utama Dinamika TIM KERJA
a. Kepemimpinan
Masalah kepemimpinan bersifat strategis karena dapat menentukan efektif tidaknya proses 
kelompok.
b. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah biasanya merupakan inti dari tugas atau 
misi kelompok. Pengambilan keputusan kelompok di dalam praktek biasanya lebih banyak 
sulitnya dari pada mudahnya..
c. Komunikasi
Kelompok merupakan kumpulan dari para individu yang berinteraksi satu sama lain 
sehingga masalah komunikasi memegang peran sentral. 
d. Konflik
Perbedaan kepentingan dan harapan-harapan yang ada di dalam kelompok boleh jadi tidak 
dapat dihindari. Hal ini berpotensi menjadi konflik sehingga sasaran yang ditetapkan gagal 
dicapai atau bahkan bisa membuyarkan kelompok itu sendiri. (admin, Pentingnya 
Membangun Tim Kerja Anda yang Efektif, 2012)
4. Kriteria Anggota TIM KERJA
1. Analisis Pekerjaan, Analisis pekerjaan merupakan suatu proses untuk menentukan isi 
suatu pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat dijelaskan kepada orang lain.
2. Rekrutmen, Seleksi dan Orientasi, Tenaga kerja yang diperlukan proyek dapat 
diperoleh dari salah satu atau beberapa sumber, yaitu :
a) Induk atau anak perusahaan (apabila proyek dimiliki oleh kelompok 
perusahaan),
b) Daerah sekitar lokasi dan tempat proyek,
c) Sumber tenaga kerja nasional,
d) Sumber tenaga kerja internasional-individual expert, subcontracting, technical 
assistances, management assistances.
3. Produktivitas, Produktivitas mengandug arti sebagai perbandingan antara hasil yang 
dicapai(output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
4. Pelatihan dan Pengembangan, Program latihan dan pengembangan bertujuan untuk 
menutupi gap antara kecakapan karyawan dan permintaan jabatan.
5. Prestasi Kerja, Hasil penilaian prestasi kerja karyawan dapat memperbaiki keputusan-
keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang 
pelaksanaan kerja mereka.
6. Kompensasi, Cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan 
kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi. Kompensasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja 
mereka.
7. Perencanaan Karier
konsep dasar perencanaan karier :
a) Karier sebagai petunjuk pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang 
sistematik dan jelas (membentuk satu jalur karier).
b) Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang atau serangkaian posisi yang 
dipegangnya selama kehidupan kerja. (Jelaskan tugas masing-masing anggota 
tim proyek., 2014)

Next..>>Bab 2,Bab 3,Bab 4,Bab 5 atau balik Materi

Materi TKJ kelas X,XI,XI Kelas X Kelas XI Kelas XII